Sholat di Masjid Gedhe Kauman
January 26, 2012
Siang yang panas ini
(26/01/2012) ditengah kegalauan mencari bapak dosen yang tidak kunjung hadir di
kampus, akhirnya saya dan si supra pun memaksa untuk meninggalkan kampus. Saat
itu, waktu menunjukkan pukul 12,
beberapa muadzin pun bersahut-sahutan memanggil manusia-manusia di dunia, untuk
luruh sejenak dari aktivitasnya dan menjalankan salah satu kewajiban, yaitu
Sholat.
Sudah lama saya tidak sholat berjamaah di masjid luar, dan akhirnya kedua tangan saya pun menuntun saya untuk mengarahkan raga ini ke salah satu masjid yang terletak di tengah pusat kota Jogja, Masjid Gedhe Kauman. Masjid ini terletak di sebelah barat laut Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Masjid ini cukup besar dan memiliki nafas sejarah yang amat kuat. Tercatat organisasi masyarakat Muhammadiyah berdiri dan berawal dari sini. Sang pendiri Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan, adalah seseorang penduduk yang tinggal di sekitar Masjid Gedhe Kauman, yaitu kampung Kauman. Kata Kauman berasal dari kata Qoimuddin (http://adabydarban.blogspot.com), yang berarti Penegak Agama. Oleh karena itu, dahulunya kampung Kauman dihuni oleh para Ulama Kraton.
Namun sekarang (nampaknya) warga penduduk kauman sendiri sudah bukan lagi para pemuka agama. Hal ini nampak dari tidak begitu aktifnya kegiatan keagamaan di masjid ini. Mungkin hal ini terjadi karena pergeseran nilai dan budaya yang terjadi pada masyarakat yogyakarta, dimana saat ini aktivitas keagamaan banyak berpusat di daerah mahasiswa seperti di sekitar Masjid Kampus UGM dan Masjid Muhajirin UNY.
Sudah lama saya tidak sholat berjamaah di masjid luar, dan akhirnya kedua tangan saya pun menuntun saya untuk mengarahkan raga ini ke salah satu masjid yang terletak di tengah pusat kota Jogja, Masjid Gedhe Kauman. Masjid ini terletak di sebelah barat laut Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Masjid ini cukup besar dan memiliki nafas sejarah yang amat kuat. Tercatat organisasi masyarakat Muhammadiyah berdiri dan berawal dari sini. Sang pendiri Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan, adalah seseorang penduduk yang tinggal di sekitar Masjid Gedhe Kauman, yaitu kampung Kauman. Kata Kauman berasal dari kata Qoimuddin (http://adabydarban.blogspot.com), yang berarti Penegak Agama. Oleh karena itu, dahulunya kampung Kauman dihuni oleh para Ulama Kraton.
![]() |
Tampak Depan Masjid Gedhe Kauman |
Namun sekarang (nampaknya) warga penduduk kauman sendiri sudah bukan lagi para pemuka agama. Hal ini nampak dari tidak begitu aktifnya kegiatan keagamaan di masjid ini. Mungkin hal ini terjadi karena pergeseran nilai dan budaya yang terjadi pada masyarakat yogyakarta, dimana saat ini aktivitas keagamaan banyak berpusat di daerah mahasiswa seperti di sekitar Masjid Kampus UGM dan Masjid Muhajirin UNY.
Di luar hal diatas, hampir sama dengan masjid lain di
Yogyakarta, selain untuk sholat lima waktu, pada siang hari Masjid Kauman
banyak digunakan sebagai tempat untuk melepas lelah dari para wisatawan dan
pekerja yang berkunjung dan berada di sekitar masjid. Selain itu, di saat
Sekaten, beberapa Pengajian besar diadakan di masjid ini, namun tentunya tidak
setiap hari. Kalau tidak salah seminggu sekali.
Dan berikut sedikit oleh-oleh gambar dari perjalanan saya,
![]() |
Tempat Wudhu Pria di Masjid Gedhe Kauman |
![]() |
Masjid Gedhe Kauman's Rules ! |
![]() |
Kaligrafi yang terdapat di Masjid Gedhe Kauman (1) |
![]() |
Kaligrafi yang terdapat di Masjid Gedhe Kauman (2) |
Sekian!
This content was originally published in my previous blog:
ardiyanblog.wordpress.com on Jan 26th, 2012.
0 comments